Sport

Gianluca Prestianni Membantah Lakukan Rasisme ke Vinicius Junior

Jakarta (KABARIN) - Laga playoff leg pertama Liga Champions 2025/26 antara Benfica dan Real Madrid di Estádio da Luz memanas bukan cuma karena tensi pertandingan, tapi juga dugaan insiden rasisme yang melibatkan Gianluca Prestianni dan Vinicius Junior.

Pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, membantah keras tuduhan bahwa dirinya melakukan penghinaan rasial terhadap Vinicius Junior. Insiden bermula saat kamera menangkap momen Prestianni berbicara kepada Vinicius sambil menutup mulutnya dengan jersey.

Situasi itu langsung memicu kontroversi. Vinicius melaporkan kepada wasit asal Prancis, Francois Letexier, bahwa dirinya dipanggil “monyet”. Protokol anti-rasisme pun diaktifkan dan pertandingan sempat dihentikan hampir 10 menit.

Menanggapi tuduhan tersebut, Prestianni memberikan klarifikasi melalui jurnalis Fabrizio Romano.

“Saya ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada satu pun penghinaan rasial yang saya tujukan kepada Vini Jr, yang disayangkan salah mengartikan apa yang dia kira dengarkan," kata Prestianni dikutip dari Fabrizio Romano pada Rabu.

“Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyayangkan ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid.”

Insiden ini terjadi tak lama setelah Vinicius mencetak gol pada menit ke-50 dan merayakannya dengan menari di dekat bendera sudut. Aksi itu memicu reaksi sebagian suporter tuan rumah yang melempar botol dan benda lain ke arah pemain Madrid. Dalam suasana panas itulah Prestianni menghampiri Vinicius dan berbicara sambil menutup mulutnya.

Badan Sepak Bola Eropa, UEFA, langsung bergerak cepat. Pada Rabu, UEFA mengumumkan telah menunjuk penyelidik khusus untuk mengumpulkan bukti terkait insiden tersebut. Jika terbukti bersalah berdasarkan kode disiplin UEFA, Prestianni terancam sanksi larangan bermain hingga 10 pertandingan.

Benfica pun pasang badan untuk pemainnya. Klub asal Portugal itu merilis video di platform X dan menyatakan bahwa para pemain Madrid yang mengaku mendengar ucapan tersebut berada terlalu jauh untuk bisa mendengarnya dengan jelas.

“Seperti yang terlihat dalam gambar, dengan jarak sejauh itu, para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar apa yang mereka katakan telah mereka dengar,” tulis Benfica.

Klub juga mengunggah pernyataan Prestianni disertai pesan, “Bersama, di sisimu.”

Dalam pertandingan itu, wasit tidak memberikan kartu kuning kepada Prestianni. Ia tetap bermain hingga menit ke-81 sebelum akhirnya digantikan. Sempat muncul wacana dari kubu Madrid untuk meninggalkan lapangan, tetapi mereka memilih melanjutkan laga yang akhirnya dimenangi Real Madrid 1-0.

Leg kedua akan digelar di Santiago Bernabeu pada 26 Februari mendatang. Pemenang agregat akan melaju ke babak 16 besar Liga Champions. Kini, sorotan bukan cuma tertuju pada hasil pertandingan, tapi juga pada proses investigasi UEFA yang bakal menentukan kelanjutan kasus ini.

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: